There are also other systems and other operating modes, such as <command>runit</command> or <command>minit</command>, but they are relatively specialized and not widespread.
Context English Indonesian State
<command>systemd</command> is a relatively recent “init system”, and although it was already available, to a certain extent, in <emphasis role="distribution">Wheezy</emphasis>, it has only become the default in Debian <emphasis role="distribution">Jessie</emphasis>. Previous releases relied, by default, on the “System V init” (in the <emphasis role="pkg">sysv-rc</emphasis> package), a much more traditional system. We describe the System V init later on.
<command>systemd</command> adalah ”sistem init” yang relatif baru, dan walaupun sudah tersedia, sampai batas tertentu, dalam <emphasis role="distribution">Wheezy</emphasis>, itu hanya menjadi baku dalam Debian <emphasis role="distribution">Jessie</emphasis>. Rilis-rilis sebelumnya mengandalkan, secara baku, ”init System V” (dalam paket <emphasis role="pkg">sysv-rc</emphasis>), suatu sistem yang jauh lebih tradisional. Kami menjelaskan init System V belakangan.
<emphasis>ALTERNATIVE</emphasis> Other boot systems
<emphasis>ALTERNATIF</emphasis> Sistem boot lain
This book describes the boot system used by default in Debian <emphasis role="distribution">Jessie</emphasis> (as implemented by the <emphasis role="pkg">systemd</emphasis> package), as well as the previous default, <emphasis role="pkg">sysvinit</emphasis>, which is derived and inherited from <emphasis>System V</emphasis> Unix systems; there are others.
Buku ini menjelaskan sistem boot yang dipakai secara baku dalam Debian <emphasis role="distribution">Jessie</emphasis> (yang diimplementasikan oleh paket <emphasis role="pkg">systemd</emphasis>), maupun baku sebelumnya, <emphasis role="pkg">sysvinit</emphasis>, yang diturunkan dan diwariskan dari sistem Unix <emphasis>System V</emphasis>; ada juga yang lain.
<emphasis role="pkg">file-rc</emphasis> is a boot system with a very simple process. It keeps the principle of runlevels, but replaces the directories and symbolic links with a configuration file, which indicates to <command>init</command> the processes that must be started and their launch order.
<emphasis role="pkg">file-rc</emphasis> adalah sistem boot dengan proses yang sangat sederhana. Mempertahankan prinsip runlevel, tapi menggantikan direktori dan taut simbolik dengan sebuah berkas konfigurasi, yang mengindikasikan ke <command>init</command> proses-proses yang mesti dimulai dan urutan peluncuran mereka.
The <command>upstart</command> system is still not perfectly tested on Debian. It is event based: init scripts are no longer executed in a sequential order but in response to events such as the completion of another script upon which they are dependent. This system, started by Ubuntu, is present in Debian <emphasis role="distribution">Jessie</emphasis>, but is not the default; it comes, in fact, as a replacement for <emphasis role="pkg">sysvinit</emphasis>, and one of the tasks launched by <command>upstart</command> is to launch the scripts written for traditional systems, especially those from the <emphasis role="pkg">sysv-rc</emphasis> package.
Sistem <command>upstart</command> belum diuji secara sempurna pada Debian. Itu berbasis peristiwa: skrip-skrip init tidak lagi dijalankan berurutan tapi sebagai respon atas kejadian seperti misalnya selesai dijalankannya skrip lain yang menjadi ketergantungannya. Sistem ini, dimulai oleh Ubuntu, ada dalam Debian <emphasis role="distribution">Jessie</emphasis>, tapi tidak baku; itu hadir, faktanya, sebagai pengganti <emphasis role="pkg">sysvinit</emphasis>, dan satu dari tugas yang diluncurkan oleh <command>upstrart</command> adalah untuk meluncurkan skrip-skrip yang ditulis untuk sistem-sistem tradisional, khususnya yang dari paket <emphasis role="pkg">sysv-rc</emphasis>.
There are also other systems and other operating modes, such as <command>runit</command> or <command>minit</command>, but they are relatively specialized and not widespread.
Ada juga sistem-sistem lain dan mode-mode operasi lain, seperti misalnya <command>runit</command> atau <command>minit</command>, tapi mereka relatif khusus dan tidak meluas.
<emphasis>SPECIFIC CASE</emphasis> Booting from the network
<emphasis>KASUS SPESIFIK</emphasis> Boot dari jaringan
In some configurations, the BIOS may be configured not to execute the MBR, but to seek its equivalent on the network, making it possible to build computers without a hard drive, or which are completely reinstalled on each boot. This option is not available on all hardware and it generally requires an appropriate combination of BIOS and network card.
Dalam beberapa konfigurasi, BIOS mungkin dikonfigurasi untuk tidak menjalankan MBR, tapi untuk mencari yang setara di jaringan, sehingga memungkinkan untuk membangun komputer tanpa hard drive, atau yang sepenuhnya diinstal ulang pada setiap boot. Opsi ini tidak tersedia pada semua perangkat keras dan umumnya memerlukan kombinasi kartu BIOS dan jaringan yang sesuai.
Booting from the network can be used to launch the <command>debian-installer</command> or FAI (see <xref linkend="sect.installation-methods" />).
Boot dari jaringan dapat digunakan untuk meluncurkan <command>debian-installer</command> atau FAI (lihat <xref linkend="sect.installation-methods" />.
<emphasis>BACK TO BASICS</emphasis> The process, a program instance
<emphasis>KEMBALI KE DASAR</emphasis> Proses, suatu instansi program




Source string comment

This is no longer true.

3 months ago


English Indonesian
Operating System Sistem Operasi
Bug tracking system Sistem pelacakan kutu

Source information

No labels currently set!
Source string age
4 years ago
Translation file
id-ID/09_unix-services.po, string 30